Klik Di Sini

Showing posts with label Hotel Management. Show all posts
Showing posts with label Hotel Management. Show all posts

Monday, July 16, 2018

DILEMA MANAGER. SAVING COST OR QUALITY ?

knowhotels.blogspot.com – Pernahkah hotel kamu mengalami situasi dimana “pendapatan” hotel Anda jauh dari harapan? Apa reaksi kamu sebagai pemimpin ketika menghadapi situasi tersebut?
Mengelola hotel di jaman sekarang bukanlah perkara mudah, himpitan kompetisi sudah semakin ketat sehingga tamu memiliki beragam pilihan dengan harga yang sangat kompetitif. Hal ini juga diikuti dengan naiknya berbagai macam beban biaya-biaya hotel yang terus menanjak setiap periode, namun berbanding terbalik dengan pendapatan hotel yang kian merosot akibat sengitnya kompetisi. Akibatnya: setoran bagi hasil ke owner hotel pun bisa berkurang yang berdampak pada turunnya kepercayaan mereka terhadap manajemen hotel.
Pertanyaannya? How we can survive in this challenging era?  
Sebagian kita pastinya akan berfikir untuk “Saving Cost” dan hal itu tentu sangat tepat, namun jika kita tidak teliti akan berakibat fatal terhadap level kualitas yang kita berikan kepada tamu-tamu kita yang tentunya akan berdampak juga terhadap profitabilitas bisnis dikemudian hari.
Contoh area-area yang bisa dihemat adalah “variable cost” dimana beban biaya akan mengikuti level occupancy, aplikasi penerapannya misalnya:
  • Melakukan efisiensi energi dengan membuat kampanye “hemat energi” di tiap-tiap department yang dipelopori oleh engineering departemen bekerjasama dengan Human resources untuk melakukan kampanye-kampanye dengan berbagai model seperti membuat program, poster, dan video edukasi untuk semua karyawan di semua departemen
  • Melakukan efisiensi “Man Power’ casual sesuai level occupancy, bagian ini lumayan sensitif dan harus betul-betul jeli kapan harus membuka dan menutup pekerja casual/paruh waktu. Gunakanlah rasio man power yang selaras dengan sasaran business
  • Menghemat biaya produksi dengan memastikan bahwa tim kita mampu bekerja dengan benar dan efisien. Meminimalisir kerusakan barang-barang persediaan produksi
  • Meminimalisir keluhan pelanggan karena berdampak pada kompensasi yang diberikan dimana didalamnya mengandung unsur biaya, baik biaya produksi atau pun efisiensi waktu
Selain berfikir untuk menurunkan beban biaya, sebagai pemimpin kita juga hendaknya berfokus untuk mencari jalan keluar yang tepat untuk mendatangkan pundi-pundi rupiah dari jalur lain, berfikir out of the boxdengan cara menerapkan Blue Ocean Strategy dengan tepat. Jika fokusnya hanya “mengurangi biaya” tanpa ada tambahan “pendapatan” maka hanya berpengaruh kecil terhadap tingkat profit, oleh karena berfikirlah tanpa batas, namun masih tetap pada koridor standard yang ditetapkan oleh hotel kamu masing-masing.
Kunci dalam pengehamatan adalah masih dalam koridor yang tepat dalam memberikan pelayanan kepada tamu-tamu kita, karena jika kita mengorbankan kualitas maka akan berdampak pada menurunnya kekecewaan dan kepercayaan pelanggan yang tentu saja justru akan menaikkan beban biaya lain dikemudian hari.
Sebagai contohnya:
Kita memiliki tamu regular yang biasa memesan “Tenderloin Steak” dengan standard ukuran 250 gram, tamu tersebut sangat cocok dengan ukuran, kualitas rasa, kecepatan pelayanan, keramahan staff, kebersihan dan harganya (Value for Money). Namun, dalam kunjungan berikutnya dimana hotel menerapkan “Saving Cost” dengan mengurangi standard ukuran menjadi 200 gram dengan jumlah karyawan yang terbatas dengan harga 10%-20% lebih murah.
  • Jika kita menjadi tamu: Apakah kita mendapatkan level of experience yang sama dengan kunjungan sebelumnya?
  • Jika kita menjadi manajer: Apakah berbanding lurus antara “Pendapatan” dan “beban biaya” untuk memperbaiki image atas konsistensi service dihotel kamu?
Jadi, kesimpulanya adalah “Saving Cost” dijaman sekarang hukumnya sudah “wajib”, namun tidak membabi buta dimana inisiatif yang digunakan justru merusak konsistensi pelayanan yang dapat berdampak besar terdapat nilai profit dikemudian hari.
Salam JempoL
*Sources : Hotelier.co.id


Tuesday, December 30, 2014

PENGERTIAN PENGARAHAN (ACTUATING)


Pengertian Pengarahan

Fungsi pengarahan adalah fungsi manajemen yang terpenting dan paling dominan dalam proses manajemen. Fungsi ini barudapatditerapkan setelah rencana, organisasi dan karyawan ada. Jika fungsi ini diterapkan maka proses manajemen dalam merealisasi tujuan dimulai. Penerapan fungsi ini sangat sulit, rumit dan kompleks, karena karyawan tidak dapat dikuasai sepenuhnya. Hal ini disebabkan karena karyawan merupakan makhluk hidup yang punya pikiran, perasaan, harga diri, cita-cita dan lain-lainnya.


Pelaksanaan pekerjaan dan pemanfaatan alat-alat bagaimanapun canggih atau andalanya, barudapat dilakukan jika karyawan ikut berperan aktif melaksanakannya. Fungsi pengarahan ini adalah ibaran kunci starter mobil, artinya mobil baru dapat berjala jika kunci starternya telah melaksanakan fungsinya. Demikian juga proses manajemen, baru terlaksana setelah fungsi pengarahan ditetapkan.
Deinisi fungsi pengarahan ini dikemukakan para penulis sebagai berikut. Pengarahan adalah mengarahkan semua karyawan agar mau bekerja sama dan bekerja efeektif dalam mencapai tujuan perusahaan.

G.R Terry :
Actuating is setting all members of the group to want to achieve and to strike to achieve the objective willingly and keeping with the managerial planning and organizing effort.
Pengarahan adalah membuat semua anggota kelompok agar mau bekerja sama dan bekerja secara ikhlas dan bergairah untuk mencapai tujuan sesuai dengan perencanaan dan usaha-usaha pengorganisasian.

Koontz dan o’donnel
Directing and leading are the  interpersonal aspects of managing by which subordinate are lead to understand and contribute effectively and efficiency to the attainment of enterprise objectives.
Artinya :
Pengarahan adalah hubugan antara aspek-aspek individual yang ditimbulkan oleh adanya pengaturan tehadap bawahan-bawahan untuk dapat dipahami dan pembagian pekerjaan yang efektif untuk tujuan perusahaan yang nyata.

Jadi pengarahan adalah kegiatan yang dilakukan pemimpin untuk membimbing, menggerakkan, mengatur segala kegiatan yang telah diberi tugas dalam melaksanakan suatu kegiatan usaha. Pengarahan inidapat dilakukan dengan cara persuasif atau bujukan dan instruktif, tergantung cara mna yang akan efektif. Pengarahan disebut efektif jika dipersiapkan dan dikerjakan dengan baik serta benar oleh karyawan yang ditugasi untuk itu.

Pokok-pokok yang dipelajari pada fungsi pengarahan adalah :
1.      Human behavior
2.      Human relation
3.      Communication
4.      Leadership