Saturday, December 06, 2014

PENGERTIAN PARIWISATA

Secara khusus kepariwisataan dapat digunakan sebagai alat untuk memperkecil kesenjangan saling pengertian diantara Negara-negara yang sudah berkembang, yang biasanya adalah Negara sumber-sumber wisatawan. Jika kita berpikir mengenai hungan politik, ekonomi, social dan teknologi diatara bangsa-bangsa maka kepariwisataan yang sudah direncanakan secara jitu dan berfungsi secara tepat, dapat membantu meningkatkan dan memupuk hubungan-hubungan tersebut sehingga dengan demikian akan memperluas wawasan saling pengertian di antara bangsa-bangsa.

Pada dasarnya bagian-bagian dari gejala pariwisata terdiri dari 3 unsur : manusia, tenpat dan waktu. Unsure waktu dapat bervariasi sesuai dengan jarak diantara titik pemberangkatan dengan Negara atau daerah tujuan wisata, alat transportasi yang digunakan, lamanya menginap di tempat tujuan dan sebagainya.

Inilah unsur2 yang menjadi syarat terjadinya gejala pariwisata tersebu. Namun ada factor lainnya yang dituntut untuk membedakan kegiatan patiwisata dari suatu kegiatan jalan2. Adapun factor khas tersebut  yaitu factor yang berkaitan dengan maksud bepergian, sifat sementara bepergian tersebut, penggunaan fasilitas wisata dan yang dianggap paling penting yaitu factor kenikmatan dan perasaan yang rileks berekreasi. Kita harus akui bahwa kedua factor ini bukanlah bukanlah factor kepariwisataan yang mutlak karena orang yang berpariwisata bisnis (pelajar) haruslah tetap dianggap sebagai wisatawan, meskipun dalam beberapa hal kaidah kenikmatan dan rekreasi bukanlah tujuan utama kepergian mereka.

Segi lain pariwisata hendaknya dilihat dari sudut pandangan negara penerima wisatawan. Dalam koteks ini pariwisata hendaknya dipandang suatu industry yang turut member andil dalam pembangunan social dan ekonomi, baik Negara maju dan berkembang.

Istilah industry pariwisata mungkin dianggap sebagai sebutan yang aneh bagi mereka yang menganut batasan pengertian industry klasik, yang senantiasa berarti seuatu proses dengan maksud untuk meningkatkan kekayaan.

Struktur industry dapat berbeda menurut hakikat hasil produksinya dan pasaran tempat hasil produksi itu dijual. Juga struktur industry dibedakab berdasarkan bahan baku yang dignakan dan kondisi tempat bahan itu diolah

Titik berat perekonomian dewasa ini sedang beralih dari industry klasik, zaman revolusi industry dan industry abad ke-19, menuju suatu era industry yang sama sekali berbeda dan baru, yang didasarkan pada ilmu2 baru, teknologi canggih dan cara berpikir yang sama sekali lain tentang arti pertumbuhan ekonomi. Industri yang baru ini mempunyai dimensi2 dan perepsi2 yang bervariasi pula.

Pariwisata adalah salah satu dari industry gaya baru tersebut, yang mampu menyediakan pertumbuhan ekonomi yang cepat dalam hal kesempatan kerja, pendapatan taraf hidup dan dalam mengaktifkan sector produksi lain di dalam Negara penerima wisatawan. Lagipula pariwisata sebagai suatu sektor yang kompleks, meliputi industri2 dalam arti yang klasik, seperti misalnya industry kerajinan tangan dan industry cendera mata. Penginapan dan transportasi secara ekonomi juga dipandang sebagai industry.

Kepariwisataan juga dapat dianggap sebagai suatu profesi yang memiliki kaidah2 dan kode etiknya sendiri. Profesi ini harus diarahkan untuk memberikan fungsi tertentu di dalam masyarakat pada umumnya berkaitan dalam upaya memajuikan kontak2 manusiawi dan integritasi social di dalam negara2 tertentu atau antar beragam Negara, untuk meningkatkan pembangunan sosial dan ekonomi. Funsi ganda ini meniscayakan suatu latar belakang intelektual yang luas dan pendidikan atau latihan yang khusus agar para professional mampu menyesuaikan diri dari perubahan ilmu dan teknologi di dalam bidang ilmu pariwisata.

Berikut adalah beberapa pengertian dari pariwisata :

 Menurut A.J. Burkart dan S. Medik (1987)
Pariwisata adalah perpindahan orang untuk sementara dan dalam jangka waktu pendek ke tujuan- tujuan diluar tempat dimana mereka biasanya hlidup dan bekerja dan kegiatan-kegiatan mereka selama tinggal di tempat-tempat tujuan itu.

-Menurut Hunziger dan krapf dari swiss dalam Grundriss Der Allgemeinen Femderverkehrslehre, menyatakan pariwisata adalah keserluruhan jaringan dan gejala-gejala yang berkaitan dengan tinggalnya orang asing disuatu tempat dengan syarat orang tersebut tidak melakukan suatu pekerjaan yang penting (Major Activity) yang memberi keuntungan yang bersifat permanent maupun sementara.

-Menurut Prof. Salah Wahab dalam Oka A Yoeti (1994, 116.). Pariwisata dalah suatu aktivitas manusia yang dilakukan secara sadar yang mendapat pelayanan secara bergantian diantara orang-orang dalam suatu Negara itu sendiri/ diluar negeri, meliputi pendiaman orang-orang dari daerah lain untuk sementara waktu mencari kepuasan yang beraneka ragam dan berbeda dengan apa yang dialaminya, dimana ia memperoleh pekerjaan tetap.